Minggu, 20 Oktober 2013

Ayah

19.14 By Unknown No comments



Terik mentari yang menusuk tak kau hiraukan..
Kau hanya memikirkan bagaimana agar bisa buah hatimu hidup bahagia..
Walau menjual peluhmu yang berjatuhan..
AYAH..
Ku sebut nama mu dalam hati..
Kutertunduk..
Ku terbayang dikala kau mengorbankan hidup mu hanya untuk menghidupkanku..
AYAH..
Kau adalah pria yang tak pernah mengeluh di saat kau harus bekerja, dan apapun itu pekerjaannya..
Aku bangga mempunyai ayah seperti mu..
AYAH..
Kau selalu terangi hidupku dengan peluh dan semangat mu..

0 komentar:

Posting Komentar